Sabtu, 12 Agustus 2017

Bab I (kuantitatif)

 

     Langkah-langkah Penelitian Kuantitatif pada Bab I
      1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah memuat hal-hal yang melatar belakangi  dilakukannya penelitian, apa hal yang menarik untuk melakukan penelitian biasanya karena adanya kesenjangan antara kesenjangan antara yang seharusnya dan kenyataan. Dalam bagian ini dimuat deskripsi singkat wilayah penelitian dan juga jika diperlukan hasil penelitian peneliti sebelumnya. Secara rinci latar belakang (Wardi Bachtiar:1997) berisi:
a.    Argumentasi mengapa masalah tersebut menarik untuk diteliti dipandang dari bidang keilmuan/maupun kebutuhan praktis.
b.    Penjelasan akibat-akibat negatif jika masalah tersebut tidak dipecahkan.
c.    Penjelasan dampak positif yang timbul dari hasil-hasil penelitian 
d.   Penjelasan bahwa masalah  tersebut relevan, aktual  dan sesuai dengan situasi dan kebutuhan zaman
e.    Relevansinya dengna penelitian-penelitian sebelumnya
f.     Gambaran hasil penelitian dan manfaatnya bagi masyarakat atau negara dan bagi perkembangan ilmu
2.Identifikasi,pemilihan dan perumusan masalah
a.    Identifikasi Masalah
           Masalah penelitian dapat diidentifikasi sebagai adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya dan              apa yang ada dalam kenyataan, adanya kesenjangan informasi atau teori dan sebagainya.
b. Pemilihan Masalah
1). Mempunyai nilai penelitian (asli penting dan dapat diuji)
2). Fisible (biaya, waktu dan kondisi)
3). Sesuai dengan kualifikasi peneliti
4). Menghubungkan dua variabel atau lebih  (Nazir: 1988)
c.    Sumber Masalah
Bacaan, seminar, diskusi, pengamatan, pengalaman, hasil penelitian terdahulu, dan lain-lain.
d.   Perumusan Masalah 
1). Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya
2). Jelas dan padat
3).  Dapat menjadi dasar dalam merumusan hipotesa dan judul penelitian
Selain dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya, suatu masalah dapat dirumuskan dengan menggunakan kalimat berita. Keduanya sama baiknya akan tetapi ada perbedaan dalam kemampuannya mengkomunikasikan pesan yang ada di dalamnya. Kalimat berita lebih bersifat memberikan gambaran tentang karakteristik masalah yang bersangkutan. Sedangkan kalimat tanya dapat lebih mengakibatkan adanya tantangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Terlepas dari bentuk perumusan masalah yang digunakan, terdapat beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai pegangan untuk merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut :
1)      Masalah yang dirumuskan harus mampu menggambarkan penguraian tentang gejala-gejala yang dimilikinya dan bagaimana kaitan antara gejala satu dengan gejala lainnya.
2)      Masalah harus dirumuskan secara jelas dan tidak berarti dua, artinya tidak ada maksud lain yang terkandung selain bunyi masalahnya. Rumusan masalah tersebut juga harus dapat menerangkan dirinya sendiri sehingga tidak diperlukan keterangan lain untuk menjelaskannya. Masalah yang baik selalu dilengkapi dengan rumusan yang utuh antara unsur sebab dan unsur akibat sehingga dapat menantang pemikiran lebih jauh.
3)   Masalah yang baik hendaknya dapat memancing pembuktian lebih lanjut secara empiris. Suatu masalah tidak hanya menggambarkan hubungan antargejala tetapi juga bagaimana gejala-gejala tersebut dapat diukur (Ace Suryadi: 2000). 
e. Perumusan, Tujuan dan manfaat Penelitian
1)  Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang apa yang akan kita cari/ capai dari masalah penelitian. Cara merumuskan yang paling mudah adalah dengan mengubah kalimat pertanyaan dalam rumusan masalah menjadi kalimat pernyataan.
2)  Manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis (Arikunto:1992).
f. Telaah Pustaka
1)      Manfaat Telaah Pustaka
2)      Untuk memperdalam  pengetahuan tentang masalah yang diteliti
3)      Menyusun kerangka teoritis yang menjadi landasan pemikiran
4)      Untuk mempertajam konsep yang digunakan sehingga memudahkan perumusan hipotesa
5)      Untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian 
Contoh Bab I:
       PENDAHULUAN
  A.    LATAR BELAKANG
Wali Kelas adalah Guru yang membantu Kepala Sekolah untuk membimbing siswa dalam mewujudkan disiplin kelas, sebagai manajer dan motivator untuk membangkitkan gairah /minat siswa  untuk beprestasi di kelas. Selain itu tugas dan tanggung jawab  seorang guru wali kelas juga  mengelola pengajaran agar menjadi efektif, dinamis, efisien, dan positif yang ditandai dengan adanya keterlibatan aktif antara guru dan peserta didik. Setiawati mengatakan, “Cara mengajar yang kurang menarik dapat membosankan peserta didik. Bila guru tidak dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar, tidak heranlah kalau prestasi belajar mereka menjadi turun.
Wali kelas harusnya adalah seorang motivator hebat, ia harus mengetahui kelemahan sekaligus kelebihan masing-masing siswanya sehingga walikelas mampu mengarahkan siswa sesuai dengan kemampuannya atau bahkan bisa mengoptimalkan semua potensi-potensi siswanya. Sebagai seorang wali kelas maka ia wajib menempatkan siswa sesuai dengan kemampuannya, the rightman on the right place and job dan menetapkan kerjasama tim sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Walikelas harus berfungsi sebagai sahabat yang baik bagi siswanya, mampu memberikan solusi dan juga memberikan arahan arahan untuk kemajuan siswa. Wali kelas mampu membaca situasi dan kondisi yang sedang ia hadapi, ia bisa merasakan apa yang siswa rasakan dan kemudian memberikan nasehat dan solusi yang jitu dalam menghadapi masalah siswa.
Komunikasi yang baik antara guru wali kelas dan murid akan berdampak besar dengan prestasi belajar para murid. Komunikasi interpersonal akan mempererat hubungan antara wali kelas dengan siswa, sehingga sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, baik pada saat di dalam maupun di luar kelas. Dalam pembelajaran diperlukan sebuah komunikasi yang mampu mendorong serta mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran, karena itu perlu adanya penciptaan komunikasi yang mampu merangsang siswa untuk berinteraksi, mengajak, dan mempengaruhi siswa, sehingga motivasi belajar akan muncul dari dalam diri siswa itu sendiri. Dengan demikian seorang wali kelas mempunyai peran yang besar dalam memberikan motivasi kepada siswanya. Komunikasi yang positif akan berdampak pada peningkatan prestai belajar. Wali kelas yang menempatkan diri sebagai seorang sahabat akan membuat siswa merasa dekat dan nyaman. Kedekatan dan rasa nyaman ini sungguh penting kaitannya dengan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Siswa yang merasakan hubungan dengan wali kelasnya dekat dan penuh persahabatan akan merasakan bahwa belajar di sekolah sangat menyenangkan.
Prestasi belajar merupakan ukuran keberhasilan yang diperoleh siswa selama proses belajarnya. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. (Ngalim, Mengembangkan Prestasi Belajar 1988:85-87). Jadi prestasi belajar berfokus pada nilai atau angka yang dicapai dalam proses pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut dinilai dari segi kognitif karena guru sering memakainya untuk melihat penguasaan pengetahuan sebagai pencapaian hasil belajar siswa. Komunikasi yang positif akan menghasilkan tercipta kondisi dimana secara psikologi anak didik merasa aman selama menjalani proses belajar di sekolah, aman dari ejekan, sindiran, perlakuan yang membuat anak secara psikologis menjadi terancam. Selain itu akan tercipta kondisi kebebasan secara psikologis bagi anak, anak bebas dalam mengekspresikan setiap kemampuannya. Tindakan yang dilakukan setiap anak pasti memiliki maksud dan menyimpan rahasianya sendiri, untuk itu guru harus bisa menganalisanya. Akhirnya tercipta kondisi yang menumbuhkan semangat untuk berprestasi dan mengaktualisasikan diri, bagi setiap bakat yang dimiliki anak didik. Perilaku guru wali merupakan  salah  satu  faktor  yang  berperan  dalam  memotivasi  semangat  belajar  para peserta  didik.  Suatu  kondisi  yang  menyenangkan  apabila  guru  wali  dapat  menunjukkan sikap yang akrab, bersahabat dan memahami situasi di dalam kelas saat mengajar dan saat ia  di  luar  kelas.  Perilaku  guru  seperti  itu  dapat  menunjang  prestasi  belajar  siswa.
Berdasarkan fakta yang ada, masih ditemukan bahwa beberapa guru SMPN 8 Surakarta belum sepenuhnya   memotivasi   siswa- siswinya   karena   kurangnya   komunikasi   antarpribadi   yang  dilakukan oleh guru wali dan muridnya. Komunikasi antarpribadi yang dilakukan guru dan murid  akan  sangat  menunjang  kegiatan  belajar  mengajar  disekolah. Komunukasi guru dan murid kurang harmonis, sehingga terdapat kesalahpahaman antar guru dengan peserta didik. Hal ini berdampak pada hasil belajar yang menurun. Dari  hasil  penelitian  mengenai  proses  komunkasi  yang  telah  dilakukan  oleh  guru wali  dan  siswanya  itu  dapat  di  ketahui  bahwa  mereka  dominan  menggunakan  Oral
Communication  atau  bisa  disebut  berkomunikasi  dengan  mulut.  Namun  dalam  proses belajar mengajar  untuk  meningkatkan  pengetahuan  anak  didik  mereka  masing- masing dapat dibedakan proses komunikasi yang mereka lakukan antara bentuk komunikasi verbal maupun nonverbal. Dari keseluruhan guru atau pengajar yang diteliti oleh peneliti bahwa para  pengajar  lebih  banyak  menggunakan  komunikasi  verbal  dan  diselingi  juga  oleh komunikasi  nonverbal.  Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengambil judul skripsi ”Pengaruh komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta.”
        B.  Identifikasi Masalah
      Berdasarkan Latar Belakang Masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
a.   Beberapa guru SMPN 8 Surakarta belum sepenuhnya memotivasi   siswa- siswinya didalam belajar.
b.      Kurangnya   komunikasi   antarpribadi   yang  dilakukan oleh guru wali dan muridnya di SMPN 8 Surakarta.
c.   Komunikasi guru dan murid kurang harmonis, sehingga terdapat kesalahpahaman antar guru dengan peserta didik.
d.   Menurunnya pretasi belajar siswa SMPN 8 Surakarta yang disebabkan karena guru kurang memberikan motivasi belajar terhadap muridnya
e.       Ada oknum wali kelas yang acuh tak acuh terhadap perkembangan belajar dan masalah murid dalam kelas.
f.    Adanya konflik antar guru wali kelas dengan murid yang tidak terselesaikan, sehingga sangat mempengaruhi semangat belajar siswa.
g.      Kurangnya pemahaman pengaruh komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta.
      C. Batasan Masalah
a.         Komunikasi guru dan murid kurang harmonis, sehingga terdapat kesalahpahaman antar guru                          dengan peserta didik.
b.         Menurunnya pretasi belajar siswa di SMPN 8 Surakarta
c.        Kurangnya pemahaman pengaruh komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8                                     Surakarta.    
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana komunikasi guru dan murid di SMPN 8 Surakarta?
2.      Bagaimana pretasi belajar siswa di SMPN 8 Surakarta?
3.      Bagaimana pengaruh komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta?
E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan permasalahan yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran tentang :
1.      Bagaimana komunikasi guru dan murid di SMPN 8 Surakarta?
2.      Bagaimana pretasi belajar siswa di SMPN 8 Surakarta?
3.      Bagaimana pengaruh komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta.
F. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat yang diharapkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah
1.  Bagi Peneliti
Dengan penelitian ini, penulis mendapat wacana yang baru  mengenai pengaruh komunikasi guru                    terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta. 
2.    Bagi Sekolah
    Penelitian ini memberi wacana  bagi Sekolah dalam peningkatan mutu belajar secara khusus pengaruh           komunikasi guru terhadap prestasi siswa SMPN 8 Surakarta
3.      Bagi Akademisi
    Bagi akademis dapat menjadi suatu referensi yang bermanfaat  untuk penelitian-penelitian selanjutnya       terkait dengan pengaruh komunikasi guru terhadap peningkatan  prestasi siswa di Sekolah

Contoh Abstraksi


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui "Minat siswa kelas V SD Negeri se-GAYAM SARI 
Kecamatan Banjar terhadap pembelajaran senam irama"Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Negeri se-GAYAM SARI Kecamatan Banjar dengan  subjek          penelitian     yang digunakan sebanyak 95 anak. Intrumen yang digunakan berupa angket, dengan validitas instrumen sebesar 0,881 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,941, dan untuk menganalisis data digunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan persentase.
Hasil penelitian menunjukan minat siswa SD Negeri se-GAYAM SARI Kecamatan Banjar terhadap materi senam irama sebagian besar berada pada kategori sedang sebesar 39,48 %, diikuti pada kategori tinggi sebesar 25 %, kemudian kategori rendah sebesar 22,36 %, kategori sangat rendah7,90 % dan kategori sangat tinggi 5,26 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa minat siswa SD Negeri se-SD Negeri se-GAYAM SARI Kecamatan Banjar terhadap materi senam irama adalah sedang.

Kata Kunci : Minat Siswa, Senam Irama, SD Kelas V


Konsultasi pembuatan makalah, skripsi dan thesis...hp/wa 081284666482



Jumat, 11 Agustus 2017

Ujian proposal skripsi

Skripsi atau yang disebut tugas akhir merupakan karya ilmiah / karya tulis yang dibuat sebagai persyaratan lulus / memperoleh sarjana strata satu (S-1). Dalam bahasa Inggris, Skripsi disebut Undergraduate Thesis. Perlu Kawan ketahui bahwa tugas akhir merupakan penentuan kelulusan kawan di bangku kuliah, dalam skripsi inilah kawan-kawan diharuskan mengimplementasikan ilmu, teori dan praktik yang didapat dari bangku kuliah. Sebelum membuat skripsi, kawan-kawan menghadapi ujian proposal. Tip menghadapi ujian proposal
1. Siapkan mental:
Tidak ada penelitian yang sempurna, pasti ada kekurangannya, hubungi pembimbing dan pakar statistic secara regular. Memang di kita proposal penelitian “menyeramkan” tapi maksudnya untuk kesempurnaan penelitian. Jangan lupa tujuan penguji adalah menguji bukan membantai anda- kalau untuk membantai adalah sangat mudah yaitu dengan memberikan pertanyaan yang sangat sulit. Sering mengikuti ujian proposal dari senior anda akan menudahkan anda
2. Siapkan makalah sbb: ( sebagian dari ini tidak semuanya berlaku pada Universitas atau Perguruan Tinggi)
a. Judul jangan pakai singkatan, sederhana sehingga jelas hubungan antara variable bebas dan  tergantung
b.  Pendahuluan meliputi Latar Belakang seperti magnitude masalah, kronologis dan alternative solusi lain 
c. Pokok Permasalahan, Batasan masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian,  Sistematika Penulisan – ini inti dari penelitian. Research question akan menentukan judul, tujuan,  hipotesis, kerangka konsep, metode, variable dsb
d. Tinjauan Pustaka membahas tentang Kerangka Pikir, kerangka Teori, secara detail variable bebas, variabel tergantungnya serta hubungannya
e. Kerangka konseptual harus menggambarkan penyakit secara keseluruhan dan  variabel yang diteliti serta hubungannya. Harus jelas mana yang diteliti dan mana yang tidak diteliti. Kerangka konsep harus berisi penjelasan jangan hanya gambar
f. Metode Penelitian meliputi Waktu dan Tempat Penelitian, Jenis Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Sumber Data, Alat dan Bahan, Tahapan Penelitian, Jadwal Penelitian.
g. Randomisasi dan blinding akan menambah bobot penelitian secara signifikan. Blinding ini akan ditanyakan oleh tim etik (ethical clearance)
h. Definisi operasional harus menjelaskan variable dan singkatan. Singkatan bisa dimasukkan dalam lembar tersendiri yang berisi daftar singkatan
i. Rencana Dummy table harus ditulis dan jenis datanya sudah diperkirakan sehingga metode statistiknya bisa direncanakan
j.  Cara menuliskan daftar pustaka menurut sistem mana
k.  Mohon perbahasaan diperhatikan. Jangan menulis kalimat terlalu panjang, potong dengan titik atau koma atau dash
3.  Persiapan Presentasi:
a.  Ingat waktu hanya 20 menit
b.  Jangan lebih dari 20 slide
c.  Huruf ppt harus maksimal 5-6 ke kanan, 5-6 ke bawah, font 24, arial atau times new roman dengan  kombinasi warna yang sesuai
d. Ingat cara presentasi: introduksi, Rumusan Masalah, Tujuan, Tinjauan pustaka, kerangka pikir atau konseptual,  Hipotesis, metode, dan rencana dummy table
e. Kaji kira-kira yang ditanyakan apa? Siapkan jawaban yang singkat, kalau nggak tahu jawab sejujurnya. Tapi ingat yang paling tahu penelitian ini adalah anda dan pembimbing anda. Sebagian besar penguji dari malahan akan bertanya mengenai yang generik. Jangan sampai tidak tahu apa yang akan anda teliti
f.   Pertanyaan paling sering muncul adalah:
                   i.   Masalah nya apa (ada di pendahuluan dan Research question)
                   ii.  Judul
                   iii.  Pengertian variabel
                   iv.  Hubungan antara variable
                   v.   Kerangka konseptual
                   vi.  Metode- pelajarai jenis-jenis metode sesuai tujuan penelitian
                   vii. Statistic – jenis data- rasio, ordinal, interval sehingga membutuhkan statistic yang mana
                   viii. Koreksi mengenai perbahasaan
                   ix.   Koreksi untuk cara penulisan
g.       Latihan di depan kaca, teman-teman anda atau di depan pembimbing

4. Setelah maju ada 2 kemungkinan lulus dan tidak lulus atau lulus dengan perbaikan. Sebagian besar masuk dalam kriteria lulus dengan perbaikan. Bila masuk kriteria ini, mohon pertanyaan atau usulan yang muncul dijawab dan disampaikan jawabnnya ke masing-masing penguji Anda tersebut.


Skripsi kadang menjadi momok sebagian mahasiswa...merasa dipersulit dan dipermainkan dosen...nga perlu pusing. nga perlu putus asa......kami akan membantu anda dalam konsultasi pembuatan makalah, skripsi dan thesis...hp/wa 081284666482


Rabu, 09 Agustus 2017

skripsi mudah

http://www.infoskripsi.com/Tip-Trik/Tips-Membuat-Judul-dan-Abstrak-Skripsi.html

Seorang peneliti, sesudah melakukan sebuah penelitian, sangat disarankan untuk segera mempublikasikan hasil penelitiannya. Karena banyak sekali manfaat yang akan diperoleh dengan mempublikasikan hasil penelitian, terutama sekali adalah adanya tindak lanjut dari hasil penelitian (pengembangan) atau untuk menghindari tema yang sama dari penelitian itu sendiri.
Banyak sekali cara yang bisa dilakukan researcher dalam memublikasikan hasil penelitiannya, diantaranya bisa dilakukan dengan melalui presentasi pada seminar ataupun melalui jurnal-jurnal ilmiah, lokal maupun internasional.Pada sesi kali ini kita akan membahas bagaimana menulis judul dan abstrak.
1. Judul Skripsi
Bagaimana cara menulis judul yang baik? atau lebih tepatnya mungkin bagaimana kita menarik perhatian calon pembaca artikel kita dengan judul?
Menurut buku, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, judul yang kita buat harus mencerminkan isi keseluruhan makalah. Kedua adalah, usahakan judul yang dibuat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban. Bisa juga anda membuat tulisan mengenai sesuatu hal yang sedang ramai dibicarakan, misalnya saat ini sedang ramai mengenai masalah isu pemanasan global. Cobalah buat sebuah judul artikel ilmiah mengenai hal ini, niscaya orang yang membaca judul ini akan tertarik untuk membaca keseluruhan artikel Anda.
Contoh-contoh judul skripsi ini ada yang bisa dijadikan inspirasi untuk judul skripsi kalian.
1.      Aplikasi Pemesanan Rental Mobil Hafa Yogyakarta Dengan Layanan Web dan WAP
2.      Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran dan Persediaan Barang PT. Nycomed Amersham
3.      Perancangan Perangkat Lunak Tender untuk Jasa Konsultan
4.      SET Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) PT. LEN
5.      Deteksi Muka Depan Manusia dari Sebuah Citra Berwarna dengan Template Matching
6.      Perangkat Lunak Sistem Informasi Pegawai PT. Stannia Bineka Jasa
7.      Perangkat Lunak Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Orang Sakit
8.      Analisa & Perancangan Sistem Monitoring Inventaris Barang PT. LEN
9.      Implementasi SMS gateway dengan menggunakan bahasa alami dalam sistem informasi perdagangan (Studi Kasus Toko Amanna)
10.  Studi dan Implementasi Konsep Business to Costumer dengan Teknologi M-Commerce berbasis WAP 
2.Abstrak
Setelah judul, sebelum orang lain memutuskan untuk membaca artikel ilmiah anda yang mereka lakukan adalah membaca abstrak. Abstrak menjadi salah satu bagian terpenting dalam sebuah artikel ilmiah. Keputusan apakah seseorang tertarik dengan artikel yang anda buat sebagian besar ditentukan setelah membaca abstrak.
Untuk itu, apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam membuat sebuah abstrak??
Ada 4 langkah penting yang harus dilaksanakan, yaitu
  1. Ciptakan ruang penelitan, hal ini dapat dilakukan dengan cara: (a) Nyatakan pentingnya bidang yang anda teliti (bisa ditunjukkan dengan banyaknya penelitian di bidang yang sama), (b) Tunjukkan kekurangan artikel ilmiah yang telah ada (dalam bidang yang sama tentu saja), (c) Tunjukkan tujuan artikel ilmiah anda
  2. Uraikan metodologi penelitian dengan jelas
  3. Nyatakan hasil penelitian (dengan singkat dan jelas tentu saja)
  4. Evaluasi-lah hasil penelitian yang telah dilakukan (kesimpulan artikel)
Panjang abstrak biasanya 100-200 kata. Menurut Hadijanto dalam Zifirdaus, tahap 2 dan 4 tidak wajib ada dalam sebuah abstrak.
Abstrak merupakan rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat. Untuk makalah, biasanya abstrak itu hanya terdiri dari satu atau dua paragraf saja. Sementara itu untuk thesis dan tugas akhir, abstrak biasanya dibatasi satu halaman. Untuk itu isi dari abstrak tidak perlu “berbunga-bunga” dan berpanjang lebar, cukup langsung kepada intinya saja. Memang kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana merangkumkan semua cerita dalam satu halaman. Justru itu tantangannya. Ada juga tulisan ilmiah yang membutuhkan extended abstract. Kalau yang ini merupakan abstrak yang lebih panjang, yang biasanya disertai dengan data-data yang lebih mendukung. Biasanya extended abstract ini dibutuhkan ketika kita mengirimkan makalah untuk seminar atau konferensi.
Ini sebagian dari review saya terhadap hasi penelitian yang sudah jadi. Kebanyakan abstrak di susun atas ‘jumlah bab’ pada laporan penelitian. Jika suatu laporan/skripsi terdiri dari 5 bab: (1) pendahuluan, (2) kajian pustaka, (3) metodologi, (4) analisis dan pembahasan,  (5) penutup. Maka hendaknya menulis abstrak sebagai berikut:
  1. Paragraf pertama ringkasan dari ‘latar belakang/pendahuluan’
  2. Paragraf kedua ringkasan dari ‘kajian teori’
  3. Paragraf ketiga ringkasan dari ‘metodologi’
  4. Paragraf keempat ringkasan dari ‘analisis dan pembahasan’
  5. Paragraf kelima ringkasan dari ‘penutup/kesimpulan dan saran’

Skripsi kadang menjadi momok sebagian mahasiswa...merasa dipersulit dan dipermainkan dosen...nga perlu pusing. nga perlu putus asa......kami akan membantu anda dalam konsultasi pembuatan makalah, skripsi dan thesis...hp/wa 081284666482



Menghitung Korelasi pearson product dengan SPSS 21

         Bagi peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif mungkin akan menjumpai beberapa alat bantu analisis baik berupa software ...